Documentary of KTM
For some, it is just another railway station but to others, it marks a history in their life.
Untuk Renungan:-
Kalau pun roboh stesen kereta – api,
Lambang kepada bangsa Nusantara ini,
Namun anak bangsa yang menyedari diri,
Yang jiwanya tidak rela dijajah,atau dikuasai,
Melainkan kepada Allah,dan Rasul-Nya demi agama yang suci,
Ikhlas dan sabar mengabdi diri,
Mereka tidak akan merasa takut dan sedih kerana menyedari,
Ujian Allah pasti akan terjadi,
Untuk memisahkan mereka yang palsu daripada yang hakiki
Antara yang munafik dari yang benar mengimani,
Antara yang jujur daripada mereka yang mengkhiyanati,
.
Hapusnya bekas mungkin terjadi,
Namun hapusnya ingatan itu lebih besar trajedi,
Malapetaka paling malang yang sedang kita hadapi,
Pabila Islam, sejarah, bahasa dan budi,
Di rosak, di ketepi, di abai dan di ingkari,
Oleh yang mengaku konon dari ummat ini.
Tetapi jiwa mereka sanggup di lacuri,
Demi mengejar pangkat, setiap penguasa di ampui,
Membantu menghakis sejarah bangsa sendiri.
Ingatlah, kita manusia mempunyai ingatan,
Adat, budaya, sejarah dan ajaran,
Teruslah di ajar, disebar di semarakkan,
Disemai, dipelihara, dikobar-kobar dan di abadikan,
Dalam setiap jiwa,, kalbu dan ingatan,
Yang Allah tidak akan merobahkan,
Selagi kita bershukur atas segala pemberian,
Walau pun berupa ujian.dan cabaran.
Selagi iman dan Islam, ikhlas diperjuangkan.
Daripada Ustaz Zhulkeflee Bin Haji Ismail ( Facebook link: http://www.facebook.com/profile.php?id=1107231855)